5 Fakta Menarik Tentang Kampung Janda

5 Fakta Menarik Tentang Kampung Janda

5 Fakta Menarik Tentang Kampung Janda

 

5 Fakta Menarik Tentang Kampung Janda

AGEN TOGEL TERPERCAYA – Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia tidak sedikit banget kampung-kampung yang mulai bermunculan. Ini diakibatkan karena perubahan suasana tempat dan orang-orangnya yang punya kelaziman unik. Jadi, tidak boleh heran andai di masing-masing kota di Indonesia mempunyai wilayah dengan sebutan yang tak biasa.

Prediksi togel paling jituNah, laksana di Kota Banjarbaru nih ada wilayah unik yang disebut Kampung Janda. Pasti kalian telah tau mengapa kampungnya diberi nama itu. Tapi ada sejumlah hal unik loh mengenai Kampung Janda ini.

1. Awalnya sama dengan dusun yang lain

Kampung ini tadinya biasa-biasa aja sebab kehidupannya nyaris sama dengan yang lain. Tempat yang dihuni oleh tidak cukup lebih 35 kepala family ini memiliki kegiatan yang tak jauh bertolak belakang dengan dusun lain. Para pria mencari kerja dan yang wanita mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi herannya kampung yang sebenarnya mempunyai nama Batuah ini sekitar 10 tahun terakhir diisi oleh janda dari sekian banyak umur.

Kebanyakan sih umurnya 25 tahun ke atas yang dalil menjandanya bermacam-macam. Ada yang ditinggal mati, akibat perceraian, bahkan terdapat yang janda dari sejumlah suami menjadi satu pria aja yang maksudnya memiliki tidak sedikit pasangan tetapi melulu tersisa satu lelaki saja. Wow, ada pun ya yang menganut polyandri. Luar biasa.

2. Sempat gerah dengan sebutan Kampung Janda

Emang ya bila janda tersebut kadang di anggap negatif oleh beberapa orang. Padahal ya sebenarnya tersebut bukan kemauan mereka sendiri. Tapi entah mengapa masyarakat tidak sedikit yang mengejek status tersebut. Seperti yang terjadi pada dusun ini. Berawal dari bencana banjir yang pernah terjadi dan di antara warga diwawancara oleh wartawan.

Tak sengaja penduduk yang mempunyai nama Nurhansyah ini mengucapkan jika tidak sedikit korban yang beberapa besar ialah janda. Nah, dari situ wartawan memutuskan bahwa lokasi tersebut dijuluki Kampung Janda dan lantas menyebar luas ke mana-mana.

Nurhansyah merasa gerah dan hendak melaporkan ke polisi berhubungan penyebutan lokasi tinggal tercintanya ini. Namun orang-orang di kampung tersebut tak setuju dan menyuruh tidak mempedulikan saja. Oleh sebab itu, sampai kini sebutan Kampung Janda melekat pada tempat itu.

3. Hampir semua lokasi tinggal terisi oleh janda

Memang tak terdapat yang menyangka andai sebutan tersebut seperti menjadi doa untuk kampung yang terdapat di Banjarbaru ini. Bagaimana tidak? Dari hari ke hari semakin tidak sedikit janda yang tersebar di masing-masing sudut kampung. Sampai-sampai dapat dihitung lokasi tinggal yang tak terdapat jandanya.

Ketua RT melafalkan bahwa melulu sekitar tiga lokasi tinggal saja yang tak terisi janda. Kebanyakan setiap lokasi tinggal mempunyai dua hingga tiga perempuan yang menyandang kedudukan tersebut. Ada yang sebagai kepala family dan anak dari janda yang sudah menjadi bujang juga.

4. Usia janda yang pelbagai dari yang muda sampai tidak sedikit anak

Di zaman sekarang, janda memang tak mengenal usia. Karena tidak sedikit pernikahan yang terjadi salah satu umur 20 hingga 24 tahun. Entah sebab apa wanita itu menjadi janda di umur yang paling belia, barangkali saja diakibatkan perceraian atau sang suami meninggal.

Seperti di Kampung Janda ini, tidak sedikit wanita dari sekian banyak umur yang sudah menyandang kedudukan janda. Dilansir dari Ketua RT setempat, bahwa di dusun ini usia paling tidak janda ialah 25 sementara umur maksimalnya ialah sekitar 50 tahun ke atas. Apa terdapat yang berminat?

5. Terdapat oleh-oleh produksi tangan dari semua janda

Karena di sini tidak sedikit yang sudah ditinggal suami, entah meninggal atau cerai sehingga menciptakan para wanita-wanita tangguh ini bekerja menjadi tulang punggung. Lantaran mereka memiliki tidak sedikit anak, jadi ibu-ibu ini tidak dapat bekerja jauh dari rumah.

Oleh sebab itulah, semua janda ini memutar otak supaya bisa menggali uang di lokasi tinggal saja.

Dan ternyata mereka menciptakan oleh-oleh khas untuk semua wisatawan yang berangjangsana ke sana. Cinderamata yang disuguhkan ialah kain khas banjar yakni Sasirangan, batu mulia dan ada pun jajanan enteng Amplang serta Dodol Kandangan. Wah, produktif seluruh ya ibu-ibu di sini. Bisa hidup tanpa mengandalkan suami.

Perubahan yang terdapat pada Kampung Janda ini tadinya memang tak enak guna didengar. Kata janda yang disandang memang mengindikasikan kesan negatif pada wilayah tersebut. Tetapi semuanya berubah semenjak semua ibu yang ditinggal suaminya ini memperlihatkan bahwa kampungnya tak seburuk yang dikira orang-orang pada umumnya. Cocok banget nih guna para pria yang cari perempuan mandiri.