5 Uji Coba Mengerikan Dengan Melibatkan Manusia

5 Uji Coba Mengerikan Dengan Melibatkan Manusia

5 Uji Coba Mengerikan Dengan Melibatkan Manusia

 

5 Uji Coba Mengerikan Dengan Melibatkan Manusia

AGEN TOGEL TERPERCAYA – Ketika perang dunia berlangsung, tidak sedikit senjata diciptakan untuk menghabisi nyawa manusia. Di samping senjata api, peneliti pun menggunakan bahan kimia serta nuklir guna membunuh manusia.

Prediksi togel paling jituSebelum digunakan, tidak sedikit peneliti mengerjakan uji coba guna mengetes keterampilan senjata yang sudah mereka buat. Namun saat percobaan dilakukan, senjata yang diusahakan justru melibatkan insan meliputi tahanan, budak sampai keluarga dekat sebagai kelinci percobaan.

Ternyata tak melulu senjata saja, guna mengobati penyakit, sejumlah riset ini tega menggunakan insan sebagai uji cobanya. Berikut hal mencekam dan tak manusiawi yang menggunakan insan sebagai eksperimen.

1. Eksperimen Nazi

Nazi mengerjakan serangkaian eksperimen medis terhadap orang Yahudi, tahanan Jerman, Romani, dan kelompok-kelompok teraniaya lainnya. Percobaan dilaksanakan di kamp pusat. Eksperimen ini mengakibatkan kematian, atau cacat permanen.

Percobaan yang mengerikan pun mereka lakukan, laksana memanipulasi anak kembar secara genetik, transplantasi tulang, otot, dan saraf, penyampaian penyakit dan gas kimia, sterilisasi, dan masih tidak sedikit lagi yang dapat dipikirkan oleh dokter Nazi yang terkenal.

Setelah perang, kejahatan-kejahatan ini diadili di Pengadilan Nuremberg dan kesudahannya mengarah pada pengembangan Kode Etik Kedokteran Nuremberg.

2. Unit 731

Dari tahun 1937 sampai 1945, Tentara Kekaisaran Jepang mengembangkan percobaan penelitian senjata biologi dan kimia rahasia yang dinamakan Unit 731. Berbasis di kota besar Harbin, Unit 731 melakukan sejumlah kejahatan perang yang paling mencekam dalam sejarah.

Sasarannya Tiongkok dan Rusia, pria, wanita, anak-anak, bayi, dan orang tua. Mereka pun mengambil organ dari insan yang masih hidup, amputasi guna studi kehabisan darah, dan uji jajaki senjata.

Beberapa tahanan bahkan merasakan pembedahan perut dan kerongkongan yang masih tersambung ke usus. Banyak ilmuwan yang tercebur dalam Unit 731 yang menjadi politik, akademisi, bisnis, dan kedokteran.

3. Uji gas mustar di Militer Amerika

Pada tahun 1943, Angkatan Laut AS mengemukakan pelaut dengan gas mustar. Saat itu, Angkatan Laut AS sedang menguji keefektifan penutup pakaian dan gas baru terhadap gas mematikan yang terbukti paling menakutkan dalam Perang Dunia I.

Percobaan terjelek terjadi di Naval Research Laboratory di Washington. Anak-anak pria berusia 17 dan 18 tahun didekati sekitar delapan minggu di kamp pelatihan. Lalu mereka ditawarkan apakah hendak berpartisipasi dalam percobaan yang akan menolong memperpendek perang.

Saat anak-anak tersebut sampai di Laboratorium Penelitian, mereka diberitahu bahwa percobaan itu melibatkan gas mustar. Hampir seluruh peserta menderita luka bakar yang parah. Keadaan mereka juga dilalaikan oleh Angkatan Laut. Tindakan mereka kini ditakut-takuti dengan Undang-Undang Spionase. Pada tahun 1991, laporan-laporan tersebut akhirnya diklasifikasi dan dipungut sebelum Kongres.

4. Eksperimen insan di Korea Utara

Beberapa pembelot Korea Utara pernah menonton kasus-kasus eksperimen manusia. Dalam satu sangkaan percobaan, 50 narapidana perempuan yang masih sehat diberi daun kubis beracun. Lalu 20 menit kemudian, seluruh 50 wanita itu mati.

Percobaan lain tergolong praktik operasi pada tahanan tanpa anestesi, memukul atas kepala sebelum memakai korban. Mereka laksana zombie untuk pelajaran sasaran. Lalu memakai kamar di mana semua keluarga dibunuh dengan gas sampai mati lemas.

Dikatakan bahwa masing-masing bulan, van black yang dikenal sebagai “gagak” mengoleksi 40-50 orang dari suatu kamp dan membawa mereka ke tempat yang diketahui guna eksperimen.

5. Eksperimen sifilis di Guatemala

Dari tahun 1946 sampai 1948, pemerintah Amerika Serikat, Presiden Guatemala Juan Jos Arvalo, dan sejumlah Kementerian Kesehatan Guatemala, berkolaborasi dalam percobaan manusia.

Dokter sengaja menginfeksi tentara, pelacur, tahanan, dan pasien mental dengan sifilis dan penyakit menular seksual lainnya dalam upaya guna melacak pertumbuhan alami mereka tanpa diobati.

Akhirnya mereka melulu diobati dengan antibiotik. Percobaan ini menyebabkan paling tidak 30 orang tewas yang didokumentasikan. Pada tahun 2010, Amerika Serikat menciptakan permintaan maaf resmi untuk Guatemala atas keterlibatan mereka dalam percobaan ini.