Lagi Seorang Mempelai Wanita Diberi Mahar Selangit, Gadis Asal Jeneponto ini Diberi Uang Panaik Rp 500 Juta, 200 Gram Emas dan Mobil

Lagi Seorang Mempelai Wanita Diberi Mahar Selangit, Gadis Asal Jeneponto ini Diberi Uang Panaik Rp 500 Juta, 200 Gram Emas dan Mobil

Lagi Seorang Mempelai Wanita Diberi Mahar Selangit, Gadis Asal Jeneponto ini Diberi Uang Panaik Rp 500 Juta, 200 Gram Emas dan Mobil

Lagi Seorang Mempelai Wanita Diberi Mahar Selangit, Gadis Asal Jeneponto ini Diberi Uang Panaik Rp 500 Juta, 200 Gram Emas dan Mobil

AGEN TOGEL TERPERCAYADaerah Jeneponto, Sulawesi Selatan kembali mencatat rekor pernikahan dengan uang mahar fantastis. Sebelumnya, publik lebih dulu diramaikan dengan uang panaik yang diterima seorang polwan cantik bernama Iin Ariska Syahrir. Di mana ia diberi uang panaik sebesar Rp 300 juta, 1 hektar tanah, 1 ton beras, 1 ekor kuda dan 1 stel perhiasan emas.

Prediksi togel paling jituTak kalah dari polwan tersebut, uang panaik atau mahar pernikahan yang diterima gadis bernama Hj Tuti Hastuti ini bahkan lebih bikin ngelus dada

Bagaimana tidak, ia diberi uang panaik berupa uang senilai Rp 500 juta, emas, mobil, kuda, rumah, hingga tanah, oleh calon suaminya yang bernama Muh Ridwan, 24 tahun.

Kabar ini sendiri dikonfirmasi melalui unggahan temannya, yang mengucap selamat atas pernikahan keduanya di jejaring sosial Facebook.

Happy wedding sahabat Ku hj TutiHastuti Ridwan Samawa yah…

Jeneponto lagi dgn uang panaik 500 juta 1 stel emas, 1 mobil, 1 rumah, 1 ekor kuda, 1 ton beras dan 1 hektar tanah…

Waooo semangatko anak muda cari uang panaik,” tulis pengguna akun Ikha Emon tersebut.

Besarnya uang panaik yang diberi calon pengantin pria lantas membuat publik penasaran dengan sosok mempelai pria tersebut.

Ternyata, sang pria bukan orang sembarangan.

Seperti dilansir TribunJakarta.com, Muh Ridwan adalah pedagang emas dan anak pengusaha H Mansur Daeng Tompo, yang tinggal di kampung Tanatoa, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sementara Hj Tuti Hastuti bekerja di Manajemen Industri Perkantoran daerah Makassar.

Profesinya itulah yang membuat Hj Tuti Hastuti diberi uang panaik dengan nilai fantastis. Sebab diketahui, semakin tinggi profesi seorang wanita, maka akan semakin tinggi pula uang panaiknya.

Terlebih lagi sang wanita sudah menyandang gelar Hajah, begitu pun kedua orangtuanya H Ismail Daeng Rapi dan Hj Mariati.