Pedofilia semakin marak hingga di jejaring Media Sosial

Pedofilia semakin marak hingga di jejaring Media Sosial

Pedofilia semakin marak hingga di jejaring Media Sosial

Pedofilia semakin marak hingga di jejaring Media Sosial

AGEN TOGEL TERPERCAYA –  Beberapa belakangan ini sedang marak yang namanya pedofilia yang sudah memasuki media sosial atau disebut child grooming. Terkait dengan hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat  Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, menyoroti pentingnya pendampingan orang tua kepada anak anak.

Prediksi Togel Paling Jitu – Untuk bisa mengarahkan anak anak, mengawasi, sekaligus memproteksi. Jangan sampai anak anaknya menjadi korban pedofil seperti itu. Itu rawan di media sosial, ” jelas Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

1. Polri kerja sama dengan pihak child grooming

Image result for gambar pedofilia

Dedi menjelaskan, untuk dapat menghadapi masalh child grooming, polisi telah bekerja sama dengan beberpa pihak yang terkait. Seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ), Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo), dan Kementerian Pendidikan.

“Kita sudah menyosialisasikan baik di media sosial maupun dimedia mainstream. Itu kita lakukan terus, “kata beliau.

2. Saat ini 2 pelaku child grooming sudah di tangkap polisi

Image result for gambar pedofilia

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pindana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Mabes Polri, pada Selasa lalu, menangkap seorang pria berinisial TR lantaran kembali melakukan ekspoitasi seksual dan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur melalui media sosial.

Pria yang masih berstatus narapidana tersebut, melakukan aksinya dengan cara menyamar sebagai guru. Dia berpura pura memberikan penilaian terhadap anak murid yang berhasil membuat foto dan video pornografi.

Baca Juga :

Hampir mencapai 50 anak yang sudah menjadi korbannya saat ini. Mereka rata rata masuk duduk di bangku sekolah dasar hingga anak Sekolah Menengah Katas.

Selain itu juga, Polda Metro Jaya juga menangkap AAP alias Prasetya Devano alias Defans alias Pras selsa lalu. Ia ditangkap polisi karena melecehkan anak dibawah umur lewat aplikasi game online bernama Hago.

Dalam aplikasi tersebut, para pemain dapat bertukar nomor handphone. Hal inilah yang dimamfaatkan pelaku untuk mendapatkan nomor handphone korban. Ketika korban menuruti kemauan pelaku, saat itu juga dia merekam aksi korban. Rekaman tersebut digunakan pelaku untuk memeras si korban.

AAP juga telah melakukan aksi bejatnya sebanyak 10 kali. Para korban yang diincarnya juga dibawah usia 15 tahun.

3. Masyarakat sangat dihimbau untuk lebih perduli kepada anak

Related image

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mengimbau masyarakat harus lebih perduli lagi terhadap anak khususnya orang tua.

Orang tua saat ini kurang perduli dan kurang menjalin komunikasi dengan anak anaknya akibatnya sibuk dengan berbagai kegiatan. Tak hanya itu saja, hal yang menjadi gagap teknologi juga menjadi salah satu faktor orang tua tidak menyadari, jika game onleh rentan disalah gunakan.

“Ini kejahatan bukan niat dari pelaku, tapi adanya kesempatan. Orang tuaa dan masyarakat memberikan ruang yang luas untuk pelaku. Ini menurut saya bukan hanya tugas polisi, tapi juga tugas masyarakat itu sendiri”. Kata seorang pria yang sering dengan dengan nama kak seto.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menambahkan, pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk menghukum pelaku seberat beratnya.

” Ini semata mata demi anak Indonesia dan ke depan mudah mudahan menjadi stimulus, mengubah perilaku orang yang mau main main melakukan hal yang sama, akan berpikir 1,000 kali, “ucapnya.